DISPERDAGIN SITUBONDO, MENGUBAH MIND SET MASYARAKAT TENTANG LIMBAH KAYU KEPADA PELUANG BISNIS

Kabupaten Situbondo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur Yang didalamnya  memiliki kawasan hutan dan perairan  yang sangat luas yaitu seluas 30.641,98 ( Hektar) dari data Situbondo dalam angka 2019 dan juga Banyak sekali  Pelaku – pelaku usaha dari pemanfaatan hasil hutan, salah satunya ialah industri kayu mebel.

 

Perkembangan usaha Pemanfaatan Hasil Hutan di Kabupaten Situbondo  tergolong cukup baik, khususnya di bidang usaha penjualan dan pengolahan kayu. Akan tetapi dibalik hasil pengolahan kayu tersebut, terdapat banyak limbah kayu yang berserakan dan tidak dimanfaatkan penggunaannya, misalnya terdapat limbah serbukan kayu dan potongan – potongan kayu balok yang berukuran kecil. Selain dari limbah pengolahan kayu oleh perusahaan, di Kabupaten Situbondo dan sekitarnya banyak terdapat kegiatan renovasi rumah penduduk, yang sudah jelas banyak terdapat limbah kayu rumah tersebut yang tidak dimanfaatkan. Maka, dengan jumlah limbah kayu yang melimpah di situbondo , Dinas Perdagangan Dan Perindustrian Situbondo ( DISPERDAGIN ) Di rasa  perlu sekali untuk mendapatkan perhatian Dalam pemanfaatan limbah kayu sehingga menjadi prodauk yang bernilai tinggi.

 

Dalam hal ini Dinas PERDAGIN Situbondo mengadakan pelatihan tentang pemanfaatan dan pengolahan limbah hasil hutan yang di ikuti oleh 25 peserta yang berasal dari  sekitar daerah kec  Bungatan  desa Mlandingan Wetan pada tanggal   2 maret 2020 hingga tanggal 7 maret 2020.

Kegiatan ini berlangsung di balai desa Melandingan wetan dan dibuka langsung oleh kepala bidang perindustrian ‘’ hartoyo S.Sos  serta mendatangkan narasumber yang sangat berkompeten di bidang pengolahan limbah hasil hutan yaitu INANI Pemilik dari UD akar dewa jati di kec, Kendit.

Dengan termanfaatkannya bahan limbah kayu diharapkan memberikan nilai tambah, baik bagi bahan sisa tersebut, peserta pelatihan sebagai orang yang mengembangkannya dan masyakakat Kecamatan Bungatan pada umumnya. Terbukanya peluang adanya alternatif pengolahan limbah kayu tersebut, tentu akan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran yang ada” Jelas  HARTOYO

 

 Kata Fatoni,salah satu peserta pelatihan” sebetulnya ada sentra pengolahan kayu Di Kec Bungatan akan tetapi Selama ini limbah digunakan untuk bahan bakar dan sebagainya, tapi tidak berpikir untuk dibuat kerajinan tangan. Maka pelatihan limbah kayu yang di adakan Dinas PERDAGIN ini dinilai sangat  tepat. Oleh sebab itu, saya harap potensi ini harus terus dikembangkan.

 

araza